13.10.14

# Kampar # Obyek

Singgah di Waduk PLTA Koto Panjang

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang

Bagi yang tinggal di Pekanbaru pasti sering mendengar nama PLTA Koto Panjang, ya. Dialah yang selalu dijadikan kambing hitam PLN setiap menetapkan jadwal pemadaman bergilir. Heheheee.... Karena namanya Koto Panjang, saya selalu mengira letaknya ada di Sumatra Barat, padahal masih di Riau, tepatnya masuk wilayah Kampar tapi memang dekat dengan perbatasan Sumatra Barat.

Karena ini berupa waduk, jadi memang sengaja dibuat untuk menampung air bagi pembangkit listrik tenaga air Koto Panjang. Jika debit air menurun, itulah saatnya PLN memadamkan listrik Pekanbaru, setidaknya dua jam tiap hari secara bergiliran. 
Area karamba yang cukup luas.

Waduk ini memiliki luas genangan 12.400 hektar dengan kedalaman 73,5-85 meter dan ketinggian bendung 96 meter. Sangat luas jika dibandingkan dengan waduk-waduk di Jawa. Meski sangat luas dan indah, umumnya waduk atau danau di luar kota-kota Sumatra belum banyak terkotori oleh eksploitasi wisata yang berlebihan. Selain sebagai pembangkit listrik, kita bisa melihat karamba untuk memelihara ikan di danau dan gubug-gubug untuk beristirahat.
Waduk Koto Panjang diseberang gubug.

Gubug-gubug yang terdapat di sepanjang jalan Pekanbaru - Padang sering digunakan oleh para pelintas untuk istirahat. Masyarakat Riau dan Sumatra Barat memiliki kebiasaan membawa bekal nasi lengkap dengan lauk jika bepergian. Bahkan biasanya juga membawa piring rumah, tidak hanya mengandalkan wadah plastik modern. Mereka akan berhenti di suatu tempat dan memakannya bersama-sama. Semangat kekeluargaannya masih sangat tinggi.
Waduk Koto Panjang dari posisi menyamping dari gubug.

Jika di restoran-restoran di kota sering melarang pengunjung membawa makanan dari luar restoran, di gubug-gubug ini orang bebas saja membongkar bekal. Kebanyakan pemilik gubug menyediakan bermacam-macam minuman dan mie instan. Disini kita bisa makan, selonjoran sambil menikmati pemandangan waduk. Agak ngeri juga sih karena tempatnya sangat tinggi, takut gubugnya nggak kuat menampung pengunjung. Heheee....
Asiknya lagi, kita cuma membayar minuman dan makanan yang kita beli saja. Tidak ada uang sewa tikar atau uang kebersihan dan sebagainya. Jarang-jarang kan ada tempat murah meriah dan memuaskan seperti ini?
Bisa selonjoran dan makan bareng keluarga disini. Asik ya? :D

Sumber pendukung: wikipedia

18 comments:

  1. Bagus pemandangannya,,Pernah lewat tl gak mampir....

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Iya, masih banyak yg begini di Sumatra :D

      Delete
  3. ihhh keren nya,,, seger pemandangannya....

    ReplyDelete
  4. Di daerahku waduknya mulai mengering mak. Sebenernya beberapa ada yang dijadikan obyek wisata juga. Sayang musim kemarau ini debit airnya dikit banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Ika, iya lagi kemarau panjang ini ya?

      Delete
  5. belum nyampe pekanbaruuuu,harus kesini pokoknya,titik heheheeh

    ReplyDelete
  6. memang waduk itu seharusnya dijadikan juga area wisata yang menyenangkan ya, dan pasti selalu ada keramba tempat memelihara ikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini orangnya belum banyak. Nggak seperti di Jawa, ada waduk kecil langsung dikeroyok :D

      Delete
  7. keren bingits, Mak.

    yg aku suka, murah meriah dan pemandangannya luar biasa. Mantabs ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disini banyak seperti ini sepanjang Riau - Sumbar, gretong, nggak pakai tiket masuk :D

      Delete
  8. Aslinya memang Sumatra itu bagus banget mak. :))

    ReplyDelete
  9. Saya kalau berwisata dengan obyek air sangat seneng, terasa sejuk dan seger banget. Indah banget tempatnya.

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.