21.2.18

Wisata Alam Nirmolo Kaliurang Jogja Untuk Yang Suka Tracking

8:45 PM 4 Comments
nirmolo kaliurang jogja


Judulnya saja Obyek Wisata Alam, jadi Nirmolo menyuguhkan keindahan alam tanpa banyak polesan.

Obyek wisata alam Nirmolo sekarang memang sedang kalah pamor dengan obyek lain di Kaliurang seperti Lava Tour. Padahal banyak yang bisa dilihat dan dinikmati disini.

Baca juga: Sate Buntel Pak Parto Kaliurang

Oya, saya harus bilang dulu, kalau teman-teman mengharapkan foto-foto dipuncak, well, dengan menyesal saya tidak punya. Saya punya masalah dengan pernapasan sehingga tidak kuat melakukan kegiatan ekstrem, meskipun sebenarnya ini tidak terlalu ekstrem bagi kebanyakan orang lain.


nirmolo kaliurang jogja
Gardu pandang. 

Saya sendiri baru pertama kali ke Nirmolo. Itupun tidak direncanakan melainkan penasaran pas lewat. Padahal tak terhitung berapa kali saya ke Kaliurang mengingat keluarga besar punya properti disana. Parah ya? Jaman kuliah dulu malah sering iseng ke Kaliurang cuma buat makan siang di warung dengan teman-teman naik motor. Nirmolo itu bahasa Jawa, artinya kahyangan, tempat para bidadari di cerita pewayangan. Jadi sesungguhnya Kaliurang itu banyak sekali obyek wisata yang bisa dieksplorasi, nggak cukup cuma sehari dan jangan terpaku dengan yang sedang viral di instagram. Kecuali kalau tujuannya memang berburu followers sih, bukan mau piknik santai. Hehehee....

Baca juga: Warung Ijo Kaliurang Pak Supardi
Plawangan di kejauhan.

Nirmolo adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Letaknya sebelah Plawangan. Luas TNGM sekitar 6410 hektar, dengan 5.216 di wilayah Jawa Tengah dan 1.284 hektar di wilayah DIY. Jadi sebenarnya wilayah Jateng jauh lebih luas, meliputi Magelang, Boyolali dan Klaten. Sementara untuk wilayah DIY berada di Sleman. Namun demikian, DIY lebih bisa memaksimalkan potensi wisatanya.

nirmolo kaliurang jogja
Kali Boyong dibawah sana tidak kelihatan.

Dahulu wisata sunrise cukup populer disekitar sini. Biasanya waktu subuh mereka berkumpul di Vogel. Sekarang kalah pamor dengan Mangunan. Kaliurang juga masih ada wisata berburu sunrise tapi agak manja dengan paket lava tour.


nirmolo kaliurang jogja

Kalau melihat blog orang lain, harga tiket masuk Nirmolo beda-beda. Mungkin tergantung kapan kesananya. Saya kesana tahun 2015 (widiiih udah lama banget) dengan harga tiket Rp 7.500 dihari libur. Murah banget jika dilihat dari banyaknya obyek wisata didalam nirmolo. Ditambah dengan parkir tapi saya tidak ingat berapa karcis parkirnya.

Baca juga: Museum Ullen Sentalu

nirmolo kaliurang jogja

Dari pintu masuk, pengunjung bisa langsung bersantai dengan main ayunan, foto-foto atau naik ke gardu pandang. Gardu pandang ini berbeda dengan gardu pandang di festival of light dibawahnya. Kalau dari gardu pandang dibawah, kita bisa melihat Kali Boyong yang menjadi jalan lahar gunung Merapi. Kalau dari gardu pandang Nirmolo tidak kelihatan karena tertutup rimbun tanaman.

nirmolo kaliurang jogja
Penunjuk jalan untuk naik ke Plawangan dan Goa Jepang.

Dengan tiket Rp 7.500 tadi sudah termasuk akses ke goa Jepang dan ke Plawangan Turgo. Plawangan adalah bukit, tameng kawasan wisata Kaliurang dari letusan gunung Merapi. Itulah sebabnya, meski beberapa kali terjadi erupsi tapi Kaliurang sedikit kena. Salah satu yang pernah rusak parah hingga mengakibatkan korban adalah peternakan sapi. Sedangkan sebagian besar Kaliurang aman meski sangat dekat dengan gunung tersebut. Hanya aliran pdam saja yang terputus hingga waktu yang sangat lama.

Kalau teman-teman ingin wisata alam di gunung Merapi yang tidak hiruk pikuk dan murah, disinilah tempatnya.

19.2.18

Belajar Kelestarian Alam Di Eco Green Park Batu

8:17 PM 3 Comments
eco green park batu malang


Jalan-jalan kami ke Malang selama 4 hari sangat mengesankan dan kurang lama. Kali ini saya mau cerita tentang Eco Green Park Malang.

Sebenarnya saya nggak paham pintu masuk Eco Green Park itu yang mana. Heheheee.... Apalagi perjalanan tersebut sudah lama, jadi harus kerja keras untuk mengingatnya. Pokoknya waktu itu kami membeli tiket terusan dari dekat Hotel Pohon Inn, lalu diantar dengan shuttle gratis ke Jatim Park 2. Setelah keluar dari Jatim (Jawa Timur) Park 2, kami langsung masuk Eco Green Park. Keluar dari Eco Green Park, kami diantar lagi pakai shuttle gratis ke titik awal tadi. Jatim Park 2 dan Eco Green Park ini memang satu kompleks. Semuanya bagus. Jadi kalau mau ke kompleks ini, masuklah pas jam pertama buka seperti kami dulu. Sore hari baru bisa kelar semua, kecuali kalau banyak skip.

Untung saya masih punya brosurnya untuk bantu mengingat. Kalau di brosurnya sih, khusus untuk Eco Green Park, ketentuannya sebagai berikut:
  • Buka: Pukul 09.00 - 17.00 WIB
  • Weekday: Rp 40.000,- (Senin - Kamis)
  • Weekend: Rp 60.000,- (Jumat - Sabtu & High Season)
Seingat saya, tiket terusan dari Jatim Park 2 jauh lebih murah. Keterangan lengkap dan updates bisa dilihat di website resminya: https://jtp.id/ecogreenpark/

Dibandingkan dengan Jatim Park 2, suasana Eco Green Park lebih santai dan lebih banyak informasi pengetahuan alam. Kami juga sholat di sekitar sini karena musholanya lebih enak. Sedangkan koleksi binatangnya lebih banyak dari jenis unggas.

Agar bisa menikmati dengan baik, kenakan baju casual dan nyaman serta sepatu sports. Jangan lupa bawa air mineral dan topi atau payung. Sebenarnya waktu saya masuk masih ada beberapa e-bike tapi saya memilih tidak menggunakannya karena bikin kepengin mager. Sayang kalau nggak mendekat ke seluruh obyek yang dilewati karena males naik turun e-bike. Selanjutnya, ikuti saja anak panah yang ada sebagai penunjuk jalan.

Supaya ada gambaran lebih jelas, saya jembreng saja foto-fotonya, ya. Untuk foto di Eco Journey dan Dome Theater belum ketemu karena ada di ponsel dan ponselnya sudah rusak sebelum fotonya sempat dipindahkan. Mohon yang ada captionnya dibaca sebagai tips.

eco green park batu malang


eco green park batu malang


eco green park batu malang
Replikasi candi-candi.

eco green park batu malang
Rekonstruksi bencana alam.

eco green park batu malang




eco green park batu malang

eco green park batu malang


eco green park batu malang

eco green park batu malang
Disini juga dijual susu yang bisa kita nikmati.


eco green park batu malang
Mempelajari sifat air.

eco green park batu malang



eco green park batu malang

eco green park batu malang
Ruang operasi hewan.

eco green park batu malang


eco green park batu malang
Rumah terbalik. Didalamnya juga ada permainan refleksi. Buat yang phobi ruang tertutup dan sempit seperti saya, sebaiknya pertimbangkan dulu sebelum masuk karena saya sesak napas disana. Untungnya bisa segera keluar meski sempat panik.


eco green park batu malang
Burung hantu ini bisa digunakan sebagai teman berfoto.


18.2.18

Naik Bus Wisata Werkudara Keliling Solo

11:40 PM 2 Comments


Pengalaman naik bus wisata Werkudara keliling Solo ini sudah lama sekali terjadi tapi baru posting sekarang karena menemukan brosurnya. Saya memang sedang bersih-bersih brosur dan memindahkan semua informasinya di blog ini sebelum brosur-brosur tersebut saya gusur.

Saat itu saya berada di Solo untuk mengikuti acara ASEAN Blogger. Bus Werkudara merupakan bagian dari acara, yang disediakan pemkot Surakarta untuk menjamu para peserta. Saya dan teman-teman diantar jemput di Hotel Sahid Jaya oleh bus tersebut, jadi tidak melalui jalur umum.


Waktu yang dijadwalkan bagi kami adalah malam hari karena siang hari banyak jadwal seminar yang harus kami ikuti. Perjalanan malam itu menguntungkan karena kami bisa duduk di tingkat atas yang terbuka tanpa kepanasan. Hanya saja saya jadi tidak bisa melihat dengan jelas kemana saja kami melintas.

Werkudara adalah nama tokoh pewayangan yang juga dikenal sebagai Bima. Diantara Pandawa dalam Mahabharata, Werkudara digambarkan paling besar dan kuat. Mungkin itu paling cocok untuk menggambarkan bus wisata yang besar dan kuat ini.


Sepanjang perjalanan benar-benar seru karena kami bisa memiliki seluruh bus. Yang perlu diperhatikan adalah ranting-ranting pohon yang menjulur ke jalan dan tidak kelihatan karena malam hari. Jangan sampai ranting pohon nampol muka. Meski begitu, menghindari ranting menjadi atraksi yang penuh tawa.

Yang menarik adalah ketika melewati semacam alun-alun. Banyak sekali odong-odong berlampu warna warni yang menarik. Kami malah dadah-dadah seperti uara olimpiade sedang diarak. Ketika melewati daerah yang agak sepi, mbak guide memberikan tebak-tebakan dengan hukuman karaoke dangdut bagi yang salah. Seru banget!


Meski sebelumnya dibayari, tapi ketika saya ke Solo lagi, berhasil mendapatkan brosur cara naik bus Werkudara tersebut. Sayang, waktu itu saya belum berkesempatan untuk naik lagi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

14.2.18

Central Market Kuala Lumpur Malaysia

8:08 PM 2 Comments


Sebelumnya saya minta maaf untuk postingan ini miskin foto. Saya sudah mengaduk-aduk folder tapi belum ketemu. Padahal saya membutuhkannya untuk mengingat perjalanan tersebut. Meski begitu, saya harus publish dulu karena sedang membersihkan brosur-brosur yang menumpuk, termasuk brosur Central Market. Kalau sudah ketemu foto-fotonya, nanti saya update.

Central Market merupakan ikon destinasi wisata belanja di Kuala Lumpur. Sepertinya, orang Indonesia yang sedang berwisata ke Kuala Lumpur tidak pernah melewatkannya. Saya datang ke Central Market sudah agak sore dan hujan deras. Sialnya, saya tidak membawa payung lipat yang bisa dimasukkan ke ransel. Padahal saya naik bus dan tempat berhentinya tidak tepat didepannya, harus menyeberang. Jadilah saya lari-lari menuju pasar seni tersebut. Kalau melihat brosur sih sebenarnya lebih enak naik kereta dan berhenti di Mesjid Jamek LRT. Hanya saja, tempat saya berangkat jauh dari stasiun MRT (Mass Rapid Transport).

Sesampainya di dalam, hujan turun makin deras. Para pelapak outdoor menutup dagangan mereka agar tidak basah. Akibatnya, saya tidak bisa menikmati cuci mata produk kerajinan Malaysia yang berada diluar.


Sejarah Central Market sendiri dimulai sejak tahun 1888 berupa pasar becek yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sayur-mayur. Dikemudian hari, dibangunlah gedung untuk menampung pedagang-pedagangnya. Tahun 1930, bangunan tersebut dipugar mengikuti gaya art deco. Tahun 1970, bangunan tersebut nyaris dibongkar. Berkat Malaysian Heritage Society, pemerintah federal mengabulkan permintaan untuk mempertahankan bangunan tersebut, namun dialihfungsikan sebagai pusat kebudayaan.

Karena itulah, Central Market tidak sekedar pasar, tapi juga secara rutin menggelar festival budaya. Dibelakang Central Market juga terdapat Annexe Gallery.

Sesungguhnya, agak sulit membedakan antara souvenir kerajinan buatan Malaysia dan Indonesia disini. Maklumlah dari rumpun yang sama. Ada juga lo, counter kosmetik brand Indonesia disini.


Meski saya tidak suka belanja ketika berwisata, tapi saya membeli beberapa oleh-oleh juga disini. Saya membeli gantungan kunci cukup banyak seperti orang kulakan karena untuk oleh-oleh teman-teman anak saya sekelas. Padahal waktu membelinya heboh karena outletnya dekat dengan pintu keluar yang tampias air hujan. Saya juga membeli berbagai coklat kesukaan saya. Tak lupa kami membeli kaos untuk dipakai sendiri. 

Semoga ada kesempatan untuk kesini lagi di hari yang lebih baik supaya bisa melihat semua produk kerajinan unik yang waktu itu ditutup karena hujan. Saya juga sempat menghangatkan diri dengan menikmati kuliner khas di lantai atas. Suasana etnik sangat terasa.

Jam Buka:
Senin-Minggu jam 10.00-22.00

Jalan Hang Kasturi 50050 Kuala Lumpur, Malaysia
Hotline: 1300-22-8688
Telepon: 603-2274 6542, 2031 0399 / 5399
Email: info@centralmarket.com.my

21.8.17

Doodle Burger Factory Jogja, Burgernya Warna Warni Unik

11:02 PM 0 Comments
Burger adalah makanan kesukaan saya, tapi tak menyangka kalau bisa dikreasikan dengan warna warni centil.

doodle burger factory jogja

Pertama kali tahu ada burger yang bisa macam-macam begini di Jogja melalui citizen journalism di tv. Sayang alamatnya di seputar Condong Catur sana, yang bukan daerah jajahan saya. Agak males ya pergi ke suatu daerah khusus untuk mencari makanan heheheee....


Eh, ndilalah pas ke Transmart supaya kekinian seperti orang-orang kok nemu outlet Doodle Burger Factory ini. Langsung menggok deh. Seperti biasa ketika masuk resto baru dengan menu unik, kami selalu memilih menu yang beda-beda supaya bisa saling mencicipi. Dengan begitu jadi rata ya, semua tahu rasanya. Salah satu cara buat ngirit juga sih.

doodle burger factory jogja


Ternyata cara kami tersebut tepat sekali karena porsi burgernya besar-besar, tidak kempis seperti yang di resto-resto junk food lainnya. Satu saja sudah ngos-ngosan menghabiskannya. Untungnya untuk minum kami cuma pesan es teh, jadi tidak tambah memberatkan isi perut kami.

Jadi kami pesan Single Mingle warna pink Rp 31.000, Smack Down warna tosca Rp 36.000, Finding Dory warna original Rp 30.000 dan Finding Dory warna tosca Rp 31.000. Harga untuk yang warna memang beda karena tiap warna tambah Rp 1.000. Untuk minum kami pesan black tea dan air mineral seharga Rp 5.000. Harga belum termasuk tax, ya.

doodle burger factory jogja


Rasanya semua lezat. Single Mingle cocok buat cewek-cewek karena lebih light, diet yang rusak-rusak amat. Sedangkan Smack Down itu kalau lagi lapar-laparnya bakal puas banget deh karena isiannya komplit, ada daging burger, telur setengah matang dan smoked beef. Juaranya Finding Dory. Seperti namanya, Finding Dory berisi ikan dan ikannya cukup besar. Uniknya diberi tambahan sambal matah. Meski tak lazim, tapi sambal matah nggak merusak kenikmatan burger kok, malah memberi sensasi segar dan pedas yang lebih baik dibandingkan dengan sambal botolan.

Burger ini recommended untuk menyemarakkan liburan jalan-jalan di mall.

Doodle Burger Factory
Transmart Yogyakarta
Jl. Raya Solo Km 8
Telpon: 0274-2800878



20.8.17

Lombok Idjo Diponegoro Jogja Yang Cepat dan Enak

9:21 PM 2 Comments
Resto Lombok Idjo yang bertema ayam di Jl Diponegoro Jogja ini sudah saya lewati ribuan kali sejak berdiri.

lombok idjo diponegoro jogja
Sop Boentoet Rp 34.000,-

Penasaran sih karena restonya besar dan eksteriornya bangunan tempo dulu, jadi kami menuduhnya menjual menu-menu mahal tanpa bukti. Sempat beberapa kali mau kesana tapi tak menemukan review harganya di internet. Wkwkwkwk.... Iya, kami selalu cek harga sebelum masuk ke resto yang belum pernah kami kunjungi. Takut isi dompet nggak cukup. Kasian, ya?

Meski kami tuduh mahal, tapi resto ini ramai setiap hari, bahkan sering bikin macet kalau ada mobil keluar masuk. Weeeh... banyak orang kayak dong? Suatu hari karena ingin merayakan sesuatu, akhirnya kami sepakat mencoba resto ini. Nggak apa-apalah kalau ternyata beneran mahal, kan dalam rangka perayaan?

Suatu siang, di jam makan, berangkatlah kami kesana. Begitu masuk parkiran, siyal, ternyata kami bareng dengan orang-orang yang perayaan juga, yaitu wisuda UII. Dari luar sudah terlihat kursi ditata berkelompok-kelompok untuk rombongan wisudawan. Saya yang paling males kalau harus mencari-cari kursi kosong kayak orang bego dan bengong menunggu makanan yang antri dimasakin, langsung memprovokasi keluarga saya untuk pindah resto saja. Tapi lainnya tidak setuju karena ada yang kadung lapar, ada yang sudah berjuang untuk dapat parkiran.

lombok idjo diponegoro jogja
Penak 1 Paha Rp 25.000,-

Saya masuk dengan pesimis, apalagi tidak ada pelayan yang menyambut. Kami menuju meja layanan. Setelah menyebutkan jumlah kami, masnya langsung ngilang. Tak lama kemudian, temannya muncul lalu tanya lagi. Lho piye to? Pikir saya. Tapi kali ini masnya nggak ngilang, melainkan meminta kami mengikutinya. Kami berjalan terus ke belakang, keluar bangunan utama menuju ruangan-ruangan seperti kantoran. Hwaduh, mau dititipin dimana nih, kami?

Kami masuk ke suatu ruangan. Sepertinya ini ruang meeting. Eh, mas yang ngilang tadi ada disitu, rupanya dia tadi ngilang untuk menyiapkan meja buat kami dan temannya itu memastikan saja bahwa kami yang dimaksud. So sweet. Selain kami, ada keluarga lain disana. Ruang meeting tersebut disulap untuk menampung keluarga-keluarga kecil. Kami malah senang karena ruangannya berAC dan lebih tenang. Heheheee....

Saya sudah wanti-wanti agar semua memesan menu yang sama supaya masaknya cepat. Karena dalam kondisi pelanggan sebanyak itu pasti bagian dapur hectic banget. Paling-paling tambah satu-dua menu lain.

lombok idjo diponegoro jogja
Teloer Dadar Rp 5.000. Gereh Lajoer Rp 8.5000

Lagi-lagi saya salah besar, saudara-saudara. Pesanan kami segera datang, tak perlu menunggu lama. Salut, deh. Yang mengantar menunyapun bukan mas yang tadi. Jadi, asal pesanan kita sudah masuk, semua bergulir dengan baik sehingga siapapun pelayanannya tahu kemana pesanan diantar.

Untuk menu paket ayam sudah lengkap dengan tahu dan sayur asem. Tapi berhubung kami takut kalau nambah menu akan kelamaan karena sedang ramai, maka dari awal sudah kami tambahkan sop buntut dan telor dadar tanpa tahu bahwa lauknya sudah cukup. 

Meski bertema ayam goreng, kami sepakat kalau juaranya sop boentoet. Kuah dan dagingnya segar. Dagingnya juga sangat empuk tapi tidak hancur. Jadi, kalau kesini sop boentoet ini wajib dipesan, ya. Soal harga, ternyata wajar saja, nggak mahal seperti yang kami tuduhkan. Hehehe.....

Nasi putih Rp 5.000,-
Penak 1 dada Rp 25.000,-
Es sedjoek Rp 9.500,-
Es klamud siroep Rp 9.500,-
Es teler "Lombok Idjoe" Rp 16.000,-

Overall kami puas. Makanya kalau ketemu resto yang sedang ramai-ramainya, jangan pesimis dulu. Belum tentu kitanya nggak keurus kok. Ada yang layanan tetap bagus.

Oya, maaf foto nggak banyak. Nggak enak saja, sedang ramai-ramainya, takut menganggu.

Lombok Idjo Diponegoro
Ajam Goreng Spesial Lombok Idjo
Jl. Diponegoro 64
Yogyakarta
Telpon (0274) 512548, (0274) 514877
Email: lombokidjo.djogjadipo@gmail.com


18.8.17

Mencicipi Masakan Melayu Di RM Rempah Asia Jogja

10:57 PM 0 Comments
Bagi yang pernah tinggal di semenanjung Melayu, makanan yang kaya rempah itu bikin kangen.

Nasi Lemak Komplit Rp 28.000,-

Saya belum pernah makan dimanapun yang rempah "seberani" masakan-masakan Melayu. Makanan seperti nasi lemak sangat digemari di sebagian Sumatra, Singapura dan utamanya Malaysia. Cita rasa masakan Melayu itu gurih. Tapi di Jogja yang terkenal dengan makanan serba manis ini dimana bisa mendapatkan masakan Melayu seperti itu? Yang lebih penting lagi, apakah rempahnya juga "berani"?

Nasi Lemak Ikan Bilis Goreng Rp 17.000

Sudah sering dimaklumi bahwa masakan Sumatra yang dijual di Jogja beradaptasi dengan lidah lokal. Tak hanya soal citarasa, tapi juga bumbu yang tak selengkap di daerah asalnya. Meski pertanian dan perkebunan di Jawa adalah yang paling maju tapi mungkin karena keterbatasan lahan membuat beberapa jenis bumbu atau rempah tidak muncul di pasaran. Kalaupun ada, hanya di warung-warung tertentu. 


Nasi Briyani Kari Daging Sapi Rp 33.000,-

Sedangkan di pasar-pasar Sumatra, penjual bumbu selalu berlimpah ruah dengan berbagai bumbu halus atau bumbu mentah packing. Memasak rendang misalnya, bukanlah pekerjaan berat disana meski harus nunggu lama karena bumbu tinggal dicemplungkan saja.

Setelah googling untuk mencari masakan Melayu di Jogja, ketemulah Rempah Asia yang berada di Jl Kaliurang.


Roti Canai Susu Coklat Rp 9.000

Kami datang di Rempah Asia sore hari, bukan jam makan, jadi sepi. Tapi bersama kami, ada pengunjung lain dengan logat Melayu, mungkin orang Malaysia. Kami memesan nasi briyani kari daging sapi, nasi lemak ikan bilis goreng, nasi lemak komplit, canai susu coklat, tea tawar, tea tarik dan asambol lime.

Tea tawar Rp 3.000, tea tarik Rp 11.000, asambol lime Rp 11.000.

Yang paling enak dan recommended adalah nasi lemak ikan bilis goreng meskipun lauknya tidak sebanyak nasi lemak komplit. Sayangnya nasi briyani kari daging sapi cukup lama kami tunggu. Untung nasi briyaninya menolong. Untuk minuman, asambol lime ini seger banget lo. Yang bulat-bulat itu buah asam.

Untuk harga sesuailah dengan sajiannya.

RM Rempah Asia
Jl. Kaliurang KM 6 No.21
Yogyakarta
Telpon 081 725 0170 / 0274 54722

17.8.17

Bakso Kota Cak Man Hartono Mall Jogja Yang Di Pinggir Kota

12:34 PM 2 Comments
Kalau jalan-jalan di mall itu enaknya makan yang segar dan ringan. Apalagi jika mall luas, bisa-bisa perut suduk'en kalau harus jalan kaki dari tempat makan ke parkiran.

bakso kota cak man hartono mall jogja


Bakso merupakan salah satu pilihan saya dan saya suka makan di mall meskipun sangat jarang makan bakso warung-warung. Bakso di warung-warung itu murah, Rp 7.000,- juga dapat. Tapi kalau rasa dagingnya terasa banget malah curiga, daging apa kok semurah itu bisa dapat? Kalau di mall seenggaknya ada quality control kan, ya? Untuk warung luar, saya baru berani kalau warungnya terkenal.

Pertama kali tahu bakso Cak Man di Magelang, di sebuah ruko, tapi nggak mampir karena rame banget. Yaiyalah, lewatnya pas habis Lebaran, uang angpao masih banyak. Pas lihat lagi di Hartono Mall Jogja, jadi penasaran pengin nyoba. Apalagi watktu itu baru buka, jam 10.00-an, masih sepi. Entah bagaimana sejarahnya dinamai dengan Bakso Kota, karena Hartono itu letaknya di Kabupaten Sleman, bukan di Kota Yogyakarta.

Untuk outletnya sendiri sih bagus banget buat jualan bakso. Biasanya resto bakso nggak mikirin interior. Pilih duduk dekat jendela kaca deh, kece banget buat pepotoan. Tapi di artikel ini tidak saya upload foto selfie saya ya. Heheheee.... Selain itu, langit-langitnya juga dihias cakep.

bakso kota cak man hartono mall jogja


Untuk rasa baksonya cukup enak dan harganya wajarlah untuk ukuran mall, bahkan lebih murah dibandingkan dengan bakso di mall satunya langganan saya sebelumnya. Cara menghitungnya sama seperti bakso-bakso mall lainnya, yaitu per biji.

Bakso super puyuh Rp 7.273
Bakso super kasar Rp 7.273
Bakso kasar Rp 5.000
Bakso goreng Rp 5.000
Gorengan panjang Rp 5.000
Gorengan mekar Rp 5.000
Gorengan udang Rp 5.000
Mie putih Rp 5.000
Siomay Rp 5.000
Tahu putih Rp 5.000
Teh botol Rp 5.000
Bakwan goreng Rp 5.000
Harga belum termasuk PPN 10%

Bakso Kota Cak Man
Hartono Mall LG-39 Yogyakarta


15.8.17

Rame-rame Menyantap Sego Bancakan Di Warung Rindu Jogja

8:34 PM 0 Comments
Sego bancakan sedang ngehits banget. Saya pengin tapi dimana di Jogja ini yang tinggal datang dan makan tanpa pesan dulu? Setelah search di instagram, ketemulah Warung Rindu.

sego bancakan warung rindu jogja


Baru dengar nama Warung Rindu, tapi sepertinya kok lokasinya familiar? Ternyata Warung Rindu memang satu lokasi dengan Kongkalingkong. Apa nggak bingung? Waktu pertama datang sih bingung. Kami kira Kongkalingkongnya sudah tutup, lalu berganti usaha menjadi Warung Rindu. Ternyata dua-duanya eksis, hanya saja papan nama Warung Rindu lebih besar.

Waktu disodori menunya, saya sempat berkenyit karena kok mahal-mahal? Akhirnya saya pilih yang namanya lucu, yaitu Rindu Tapi Syahdu, berupa satu set lengkap sego bancakan untuk 2 orang. Sebenarnya kami datang berempat, tapi karena tidak tahu porsinya seberapa, kami pesan satu dulu. Untuk jaga-jaga kalau masih lapar, kami pesan beef lasagna juga dari daftar menu Kongkalingkong.

Dalam sekejap nasi bancakan Rindu Tapi Syahdu datang. Surprise banget bisa secepat itu padahal itemnya banyak, yaitu sego gurih, kerupuk, tempe, tahu, usus, ikan asin, telor dadar,tumis kangkung, lalapan, sambal dan peyek teri. Untung juga kami cuma pesan 1 porsi buat nyobain karena ternyata porsinya besar, sangat cukup kenyang buat kami berempat. Seporsi Rp 70.000,- itu jadinya murah dong kalau dibagi 4.

Sayangnya lasagna-nya yang merupaka menu lama malah lama banget keluarnya sampai kami sempat nganggur lama karena nasi bancakannya sudah habis kami serbu. Harga beef lasagnanya Rp 32.000,-

Recommended deh sego bancakan disini. Saya pengin balik lagi. Murah, enak, maregi.

Warung Rindu
"Bancakan, Yuk!"
Jl. Taman Siswa No.17
Jogjakarta
Telpon: 0274-378369



16.4.17

Pantai Ngobaran, Pantai Ber-Pura di Gunungkidul Jogja

9:56 PM 2 Comments
Pantai Ngobaran di Gunugkidul, Jogja, beberapa tahun lalu sempat ngehits di instagram berkat foto-foto eksotis sore hari berlatar pura seperti di Bali.


pantai ngobaran gunungkidul jogja


Sebenarnya saya kesana sudah agak lama ya, akhir tahun 2014. Tapi baru sekarang sempat ngeblog tentang pantai Ngobaran. Kemarin-kemarin terlalu asik ngeblog tentang kuliner.
Pantai Ngobaran terletak di 70 km tenggara Jogja. Pantai ini satu kawasan dengan pantai Ngrenehan dan Nguyahan. Berhubung waktu itu yang banyak di instagram adalah pantai Ngobaran, jadi kami memilih kesana dulu.

pantai ngobaran gunungkidul jogja


Kami mengambil rute Suaka Margasatwa Paliyan yang jalannya mulus dan pemandangannya sawah dan kebun menghijau. Meski begitu, kami sudah siap dengan jalan yang lebih menantang karena sudah googling sebelumnya bahwa jalan menuju pantai tersebut sangat curam.


pantai ngobaran gunungkidul jogja

Ternyata benar! Memasuki kawasan pedesaan menuju pantai, jalannya naik turun dan berkelok tajam. Kalau belum lama bisa nyetir, mending jangan deh. Retribusi resminya murah lo, cuma Rp 3.000 waktu itu. Tapii.... siapkan uang receh untuk penduduk yang berinisiatif memberi aba-aba di tiap tikungan. Dan tikungannya itu banyak. Kadang mereka sendiri, kadang bergerombol. Ada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Memang sih sukarela, tapi kalau nggak ngasih ya aneh juga, kan sudah dibantuin? Selain curam, jalannya juga tidak terlalu lebar, karena itu, aba-aba warga cukup membantu agar pengemudi gantian jika berpapasan.

Idealnya sih dipasang reflektor saja, agar pengunjung tidak perlu membayar lebih dari yang dianggarkan. Kasihan juga kalau nggak siap uang. Tapi dengan tikungan sebanyak itu, berapa reflektor ya? Mungkin bisa dicicilah seperti kelok 44 yang tajam kelokannya di Sumatra Barat yang sudah dipasangi reflektor di tiap tikungan.


pantai ngobaran gunungkidul jogja


Selain itu, kita juga harus membayar parkir di pantai Ngobaran. Waktu itu kami dimintai Rp 10.000 untuk satu mobil.
Setelah ketegangan itu, ternyata waktu itu belum banyak orang berjualan di tempat yang nyaman untuk selonjoran. Semoga sekarang sudah ada. Dulu yang ada penjual makanan kecil non-permanen. Sepertinya mie instan rebus juga ada. Sebaiknya memanfaatkan hasil laut seperti pantai-pantai lainnya. Warungnya pun tak perlu mewah, semi permanenpun tak apa, cukup bisa buat selonjor saja dan bersih. Karena itu sebaiknya bawa bekal saja.

Yang tampak menonjol disini adalah pura yang dibarngun dalam sebuah kompleks. Sekilas pura ini lebih mirip tempat ibadah dibanding tempat wisata. Ternyata memang tempat ini menjadi lokasi upacara Melasti. Pura-pura Hindu yang ada memang mengingatkan akan Bali.


pantai ngobaran gunungkidul jogja


Dibawah pura ada sebuah musholla kecil menghadap pantai. Ah, saya jadi mikir, bagaimana kalau terkena abrasi ya? Yang membuat saya bingung adalah mesjid ini menghadp selatan dengan mimbar di selatan menghadap laut lepas. Suasananya magis, tapi untuk sholat jelas salah arah. Oleh penduduk, kiblat ditandai di tembok supaya tidak salah. Tapi kalau tidak membawa tikar, sebaiknya sholat di musholla lain karena lantainya pasir.
Deburan ombak akibat air laut yang memecah tebing curam sangat cantik untuk foto. Saya sih cukup foto diatas saja, tidak turun kebawah karena curam. Ada tangga sih tapi sepertinya akan ngos-ngosan sekali. Sebenarnya didekat mesjid ada pantai yang lebih landai tapi sempit terhimpit karang.
Waktu terbaik untuk foto disini sore hari. Tapi mengingat jalan yang berkelok tajam, sebaiknya jangan terlalu malam.