6.7.13

# Bandung # Jawa Barat

Shin Men Ramen Bandung


Alamat: Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat
Sebenarnya masih belum semangat menulis ini karena semua dokumentasi hilang dicuri bersama laptop saya. Tapi saya juga kalau tidak segera ditulis, nanti keburu lupa. Satu-satunya foto ini saya selamatkan dari twitter karena waktu itu sempat saya twitpic. Naaah, ternyata twitter ada manfaatnya juga.
Ketika kami tahu akan menginap sehari di Bandung buru-buru kami googling hotel yang posisinya tidak jauh dari tempat-tempat yang asik. Pengalaman tahun sebelumnya ketika menginap di Bandung, akhirnya tidak bisa enjoy karena waktu sempit dan jalanan macet. Kami tidak tahu Cihampelas Walk atau Ciwalk itu seperti apa, karena dulu-dulunya kami selalu menghindari kawasan sesak ini. Tapi melihat banyaknya
rekomendasi, akhirnya kami menginap di Hotel Sensa yang terletak didalam kawasan Ciwalk.
Dari hotel ada pintu kearah Ciwalk, jadi enak sekali, kami bisa jalan-jalan dan shopping dengan santai, tak perlu buru-buru. Lalu bagaimana dengan makan? Waduuuuh, disini makanan model apa aja ada! Dari franchise asing sampai makanan lokal. Suasananya juga enak, tidak sesak, bisa untuk bersantai. Deretan resto yang ditata apik dan cozy. Di deretan inilah saya memutuskan untuk makan. 
Anak-anak langsung memilih ramen. Yak, itulah pertama kali makan ramen. Meskipun kami sudah beberapa kali ke restoran Jepang, tapi belum pernah makan menu mie. Selain karena saya tidak terlalu suka olahan mie, juga karena di kota saya tidak ada menu ramen, yang banyak disuka remaja.
Dideretan itu ada 2 resto ramen tapi saya pilih Shin Men karena interiornya lebih tenang dengan kayu-kayu bernuansa gelap. Di resto 2 lantai ini kami memilih tatami dibawah. Sedangkan kebanyakan anak muda memilih diatas, entah kenapa. :) Didepan tatami kami ada sebuah kaca lebar sehingga kami bisa selonjor santai sambil melihat toko dan lalu lalang orang diluar resto, termasuk sepasang manusia yang lagi diem-diem di kursi taman didepan kami. Heheheee.... Suasanya tenang, enak untuk akan santai, meski resto ini tidak besar.
Seperti biasa, jika kami datang ke restoran baru, kami memesan menu yang berbeda-beda supaya bisa saling mencicipi. Sayang saya lupa semua namanya. Tapi yang paling saya sukai yang mienya gede dan kenyal. Citarasa ramen itu pedas dan sedikit asam. Walaupun penampakannya seperti kari, tapi segar jika dimakan dalam kondisi panas. Jika sudah dingin, efeknya tidak sedahsyat waktu panas. Untuk yang lagi flu atau pusing, asik nih langsung keringetan. Porsinya juga besar-besar, gak mungkin gak kenyang.
Harganya masuk akal jika dibandingkan dengan hidangan, tempat dan pelayanannya. Duuuh, jadi pengin kesana lagi. @lusitris

3 comments:

  1. Lidahku kok gak pas sama ramen ya mak, anak2 dan suamiku lahap banget makan ramen kalo aku pilih mie ayam pangsit ala pinggir jalan aja kayanya xixiii....

    ReplyDelete
  2. Iya, asam dan pedasnya rada aneh. Aku bisanya makan pas panas, kalau udah dingin gak mau juga.

    ReplyDelete
  3. aku juga suka mie ramen. enak!!!apalagi yg pedas uh mantap mbak.

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.