15.4.15

# DIY # Kuliner

Sarapan Lontong Sayur Khas Medan Prima di Jogja

Cukup sulit mendapatkan penjual masakan Sumatra di Jogja semacam lontong sayur khas Medan yang rasanya pas. 

Lontong Sayur Khas Medan Prima di Jogja

Kebiasaan orang Jogja memasukkan gula merah ke semua bumbu berbahan cabe-lah yang merusak rasanya. Kalau dipikir aneh juga ya, dikasih cabe karena pengin pedas, lalu diberi gula supaya tidak kepedesan.

Untuk kelas warung, ada hal lain yang menghilangkan citarasa masakan Sumatra, yaitu jika penjualnya berbahasa Jawa medok. Hihihiii....

Sebenarnya saya sering beli di penjual sarapan ini tapi nasi kuningnya karena lebih mudah dibawa. Tapi kalau pas kangen masakan Sumatra, saya beli lontong sayur juga. Syukurlah, penjualnya menggunakan bahasa Indonesia berlogat Medan, jadi ngaruh ke sugesti masakannya. 
Warung kakilima ini selalu ramai sejak buka. Entah bukanya jam berapa tapi jam 5.45 sudah ada. Harinya Senin sampai Sabtu ya, Minggu tutup, karena target pasarnya adalah orang yang tidak sempat memasak sarapan di hari kerja. Meski begitu penjualnya cukup cepat menyiapkan pesanan pembeli dan urut. 

Sampai hari ini, lontong sayurnyalah yang paling Sumatra di Jogja. 

Kami semua suka. Tauconya cukup terasa. Karena di Jogja, saya pun pesan yang pedas, kalau di Sumatra saya pasti pesan yang biasa. Ternyata memang pedasnya sini masih dibawah biasanya sana. Heheee....
Harganya cukup terjangkau, Rp 6.000 untuk nasi kuning, Rp 7.500 untuk lontong sayur.
Lontong Sayur Khas Medan Prima di Jogja

Apalah artinya sarapan di warung orang Sumatra tanpa ngobrol? Meski di emperan toko swalayan, ada kursinya kok kalau mau makan disana sambil ngobrol-ngobrol renyah tentang apa saja meski nggak kenal. :))

Lontong Sayur Khas Medan Prima
Jl. Monjali
Sleman

6 comments:

  1. telur puyuhnya nggak nguatin saiii...aduh itu telur yummmi banget...

    ReplyDelete
  2. nasi kuning nya ga ada ya gambarnya ? padahal kayanya enaaak :)

    ReplyDelete
  3. Harga hampir sama dengan yang di ibukota. Pedasnya level berapa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaa kalau buat kami sih nggak pedes ini, cuma tajam saja.

      Delete
  4. aduuuh...saya mauuuu lontong sayuuur hehehe :)

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.