9.11.14

# DIY # Kuliner

Pagi di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja

Deretan tempat sarapan. Tinggal pilih.
Meskipun pernah sangat lama tinggal di Jogja dan selalu mudik ke Jogja, baru beberapa bulan lalu saya tahu apa itu Alkid. Tadinya saya pikir itu taman bermain baru di Jogja. Ternyata itu adalah singkatan dari Alun-alun Kidul. 

Dahulu Alkid adalah tempat yang asik di sore hari. Bisa untuk nongkrong rame-rame dengan teman-teman atau merenung sendirian. Tak sedikit teman yang nembak gebetan disini. Hahahaaa.... Tapi sekarang Alkid disore hari seperti pasar tiban. Makin malam makin ramai sampai nggak bisa lewat, apalagi parkir. Jalan kaki pun susah. Segala macam orang jualan jajan dan menyewakan odong-odong ada disini. Belum lagi ditengah alun-alun yang ramai dengan orang masangin (melewati pohon beringin kembar dengan ditutup matanya) bercampur dengan pedagang mainan. Benar-benar kacau suasananya. Jadilah saya Alkid hater. Jika ada teman yang minta diantar masangin, langsung saya tolak mentah-mentah.
Lesehan yang bersih dan nyaman.
Tapi belakangan saya cabut status saya sebagai Alkid hater karena sudah menemukan cara untuk menikmati suasana Alkid. Awalnya dimulai dengan perburuan tempat jogging yang ternyata nyaris tidak ada di Jogja. Oh God, kok bisa ya? Ada pun sudah di pinggiran, masuk wilayah Sleman. Masa kalah sama Pekanbaru yang punya satu jogging track dan halaman mesjid Annur yang bebas untuk jogging. Ternyata Jogja miskin ruang publik untuk kepentingan olahraga. Kebanyakan ruang publik untuk wisata dan seni budaya.
Setelah berhari-hari googling (beneran, bukan dramatisasi), akhirnya ada secercah harapan di Alkid. Saya putuskan untuk datang di hari kerja karena saya pikir di weekend kondisinya akan sama saja seperti sore dan malam hari, banyak keluarga dan balitanya.
Gudeg basah.
Ternyata benar, di pagi hari suasana Alkid lumayan untuk jogging. Meski cuaca panas (karena matahari lebih tinggi daripada Pekanbaru di jam yang sama) dan kendaraan bermotor banyak yang berseliweran, tapi masih leluasa untuk bergerak. Parkir disini bebas di sepanjang jalan dan gratis, kecuali jika parkir didepan warung-warung makan karena ada petugas parkir yang mengatur supaya lalu-lintas tetap lancar. Situasi ini membuat warga yang berolah raga mengenakan masker dan kacamata hitam. Kalau saya cuma pakai kacamata hitam karena masker membuat napas tidak lega. Yang sangat mengganggu adalah bapak-bapak yang pipis sembarangan di tengah lapangan rumput, padahal kalau pagi dipakai anak-anak sekolah untuk olahraga lo.
Yang jogging disana juga cukup banyak dan kadang membentuk formasi jogging bersama meski tak saling kenal. Saya? Akhir-akhir ini saya cuma mampu jalan cepat dan sesekali jogging karena napas makin tidak mau kompromi. Faktor U mungkin ya? Heheee....
Lontong opor. Selalu keliru menyebut lontong sayur. Miss Pekanbaru.
Di bagian tepi alun-alun banyak terdapat tenda sarapan. Tak seperti tenda malam yang ala kadarnya, tenda pagi malah lebih nyaman. Pengunjung yang sarapan juga lebih santai ngobrol berlama-lama. Pilihannya lumayan beragam, ada wedangan di angkringan, soto, lontong opor, nasi kuning, nasi pecel, dan tentu saja gudeg. Harganya juga umum kok, seperti warung sederhana lainnya, nggak mahal. Di pojokan juga masih ada papan koran Kedaulatan Rakyat yang dibaca beramai-ramai oleh warga. Pemandangan yang unik untuk netizen.
Jadi, kalau mau menikmati suasana Alkid, datanglah hari Senin - Jumat di pagi hari. Semoga setelah saya tulis ini nggak jadi ngetop sekali terus mendadak penuh seperti kalau sore dan malam hari, ya. 
Pemandangannya orang jogging. :))

Tambahan dari mbak Ika Koentjoro: ada alat fitness permanen. Memang benar, tepatnya didekat pintu masuk dari arah Plengkung Gading dan masih bisa dipakai.
Revisi: Jumat lalu, barusaja 3 kali putaran alun-alun, tiba-tiba dikejutkan dengan suara yang membahana. Yup, ada sekelompok orang (ibu-ibu) yang seperti persiapan akan senam aerobics disitu. Mereka sedang mempersiapkan sound system yang dahsyat terdengar dari ujung ke ujung. Tentu saja ini sangat mengganggu. Saya memilih olahraga ini karena kurang cocok dengan suasana bising gym. Senam aerobik sangat menyehatkan tapi sebaiknya tepa sliro dengan pengguna alun-alun lainnya karena musik yang super keras itu diperuntukkan diruang tertutup. Saya pun langsung cabut, pulang, meski belum keringetan.

25 comments:

  1. Di sebelah selatan ada beberapa alat mirip untuk fitness yang dipasang permanen. Pakai besi-nesi yang dibentuk mirip alat fitnes maksudnya. Coba deh di cek, kalau belum rusak sih -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya lupa nyebutin. Masih ada kok mak, masih bisa dipakai :))

      Delete
  2. oh gudeg basah sah sah...sik asyik mak...ngiler liat makanannya, walau cuma ala angkringan, liat dari penampakannya, kayalnya sedap tuh gudeg, heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru sedapnya karena ala angkringan heheee

      Delete
  3. wew jogja g ada jogging tracknya ya :O
    alun2 kidul itu yang ad apohon beringin gede bukan?>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul alkid yg ada beringinnya. ADa tempat jogging lain. Tunggu kisah berikutnya #Eaaaa

      Delete
  4. emm itu makanannya menggoda sangat mak :)

    ReplyDelete
  5. wah jd ga cmn malem yah, pagi pun seru... *belum pernah sih dua2nya jg* hihihi...
    paling suka deh klo udah banyak makanan gt :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanan itu godaan banget thd niat tulus utk olahraga *halagh

      Delete
  6. Mak Lusi, aku termasuk alkid lover. Dulu, jika ada teman ato sodara berkunjung ke jogja selalu aku ajak ke alkid. Suasananya dan makanannya enak.
    Aah, jd kangen Jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang kalau weekend malam haduuuh ramenya. Kapan ke Jogja lagi mak?

      Delete
  7. ortuku asli jogja, adekku kuliah di jogja dan tiap tahun mudik ke jogja tapi gak pernah tau tempat2 unik di Jogja,, huhuhu...

    ReplyDelete
  8. hmm... pengen ikutan jogging jadinya :)

    ReplyDelete
  9. Kalau ke Alkid mampir ke warung pecel Handayani Mak. Pecelnya mantap!

    ReplyDelete
  10. Lontong opor maupun sayur, kenapa di pikiranku ada dua jenis makanan yg sama ya Mbak?
    #efek cita rasa jawa timuran yg suka pedes

    Eniwei, baru tahu neh blog kusus travelingnya Mbak Lusi. Keren, sdh terspesifikasi blog-blognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun mikirnya kayak gitu, malah sempat salah sebut :))

      Delete
  11. Deket banget sama rumah budhe nya niar lho, kemarin ke jogja ngak ke alkid itu kayak ada yang kurang deh :D

    plengkungan gading, alkid, gudeg, bakmi, sama mak lusi sampai ketemu lagi yaa :D

    ReplyDelete
  12. kalau mau olahraga dengan jogging track dan ga banyak kendaraan berseliweran, saya prefer ke halaman parkir JEC (Jogja Expo Center) atau yang sering sih ke GSP (Grha Sabha Premana)UGM. disana banyak juga kok yang pada jogging... :)

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.