27.10.14

# Bantul # DIY

Sate Klathak Rasa Steak Pak Bari

Niatnya memang mau makan sate klathak. Maka browsinglah tentang sate klathak. Ada tiga nama yang muncul karena lebih terkenal dari yang lainnya. Dua diantaranya adalah Pak Bari dan Pak Pong. Lama dulu saya pernah ditraktir teman saya di dalam pasar Wonokromo, Jejeran. Barutau dari googling kalau itulah Pak Bari. Maka diputuskan mencari Pak Pong karena selain belum pernah, juga karena review tempatnya yang lebih enak dan luas.

Benar saja, sampai di Pak Pong, dua satpam dengan sigap mengarahkan mobil dan membantu menyeberang di Jl Sultan Agung (dekat stadion utama) yang sangat ramai dan pada ngebut. Tempat duduk juga masih ada meski rumah makan sudah ramai. Setelah menuliskan pesanan, petugas mengatakan bahwa hidangan akan tersedia dalam lebih dari satu jam! Whaaat? Saya penyuka jajan tapi kalau harus menunggu selama satu jam lebih, meski di rumah makan terkenal, rasanya saya bukan orang yang sesabar itu.
Lalu kami menuju ke pasar Wonokromo. Kalau dari arah Jogja (terminal Giwangan), setelah perempatan Jejeran ke selatan (lurus) sedikit, lalu belok kiri tepat setelah pasar habis. Kalau dari arah Pak Pong atau Jl Parangtritis atau Tembi, di perempatan Jejeran belok kanan, lalu belok kiri tepat setelah pasar Wonokromo. Ancar-ancarnya ada plang MTsN. Disitu juga ada sate Pak Jono tapi saya belum pernah mencoba. Kalau bingung, berhenti dan bertanyalah dengan warga sekitar. Saya sempat bingung dan bernyata juga, karena sudah lupa letak persisnya.
Teko hijau itu untuk jok (menambah) teh hangat jika habis diminum.

Sate pak Bari buka setelah maghrib karena siangnya untuk kios pasar, jadi waktu yang paling tepat kesana adalah setelah sholat maghrib karena semakin malam semakin ramai. Tempatnya sederhana, tapi menurut saya malah lebih nyeni heheheee.... Kita bisa memilih duduk lesehan didalam pasar atau duduk di kursi beratapkan langit. Tapi tempat ini bersih lo.
Pesan makanan disini nggak pakai lama. Entah kalau lebih malam ya? Yang wajib dipesan tentu saja sate klathak. Sate klathak pak Bari ini empuk, nggak nyakut sedikitpun di gigi saya yang banyak lubang. Rasanya itu lo... benar-benar daging kambing karena tidak terlalu banyak bumbu. Aromanya jadi mirip American steak yang mengutamakan citarasa daging daripada bumbunya. Sempet heran juga mendengar meja sebelah memesan setengah matang karena umumnya sate itu garing. Mungkin karena citarasanya seperti steak inilah jadi ada yang memesan setengah matang.
Untuk minum pesanlah teh hangat. Tehnya kental dan ada rasa sepetnya khas teh Jawa. Teh hangat disini menggunakan gula batu, sedangkan yang dingin menggunakan gula pasir. Disediakan pula jok (teko untuk menambahkan teh hangat jika habis diminum). Untuk jeruk hangat tidak ada tambahan.
Sate klathak dengan irisan besar-besar. Satu porsi jatahnya dua tusuk besi.

Harga? Heheheee jauh lebih murah dari steak. Untuk 7 porsi sate, 7 porsi nasi, 2 porsi gule, 2 porsi tongseng, 2 gelas teh hangat dan 2 gelas jeruk hangat hanya menghabiskan Rp 170.000,-
Sate klathak Pak Bari ini mendapat kehormatan masuk ke dalam daftar kunjungan tetap kami. Halaaah hihihiii.... Pokoknya recommended deh. :))

Sate Klathak Pak Bari
Pasar Wonokromo
Setelah Perempatan Jejeran
Jl. Imogiri Timur
Bantul - DIY
Telp. 081328800165

12 comments:

  1. Maaak.. Klathak itu hmmmm... sate tanpa bumbu mak? Kalo disini ada sate kambing tanpa bumbu, cuma dikasih kecap... 2000/tusuk, buka cuma 3 jam pagi-pagi dari jam 10 sampe jam 1... antrinya pol, kaya'nya bisa nyampe 1 jam antri doank... sama kaya' di Pak Pong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini nggak pake kecap. Cuma digarami aja :))

      Delete
  2. Udah tengah malam begini ketemu artikel sate klathak... langsung kemerucuk iki weteng hehe... Makasih ulasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tengah malam masih buka, udah pernah makan disana pas tengah malam.

      Delete
  3. Wah Neng belum pernah nyobain sate ini, boleh dong dikirm kemari hehe

    ReplyDelete
  4. Ntar deh kalau saya ke Jogja, anterin ke situ ya mak.. :)

    ReplyDelete
  5. waduh itu potongan dagingnya besar2, mantep :D

    ReplyDelete
  6. Halah, pagi-pagi mantengin kayak begini..perut langsung berasa ditarik-tarik.. *langsung kabur cari makan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan makan sate kambing pagi2 tapi hehehee

      Delete

Thank you for your comment. It will appear soon.