31.7.14

# Belanja # DIY

Baledono, Rest Area Komplit Perbatasan Jateng - DIY

Plang raksasa yang tak mungkin terlewatkan.
Meski sama-sama di Jawa Tengah, teman-teman jangan keliru antara Bedono dan Baledono ya. Bedono itu di Ambarawa, yuk baca lagi disini, sementara Baledono ini ada di wilayah Salam, tepat sebelum melewati gapura perbatasan Jawa Tengah untuk memasuki Daerah Istimewa Yogyakarta atau sebelum memasuki Jembatan Krasak dari utara. Teman-teman yang melintas dari Semarang, Magelang atau Borobudur pasti tahu rest area ini. Yang melintas dari Jogja juga pasti akan melihatnya, meski untuk kesini harus menyeberangi jalur utama Jogja - Borobudur / Magelang.
Bangunan paling depan digunakan untuk supermarket oleh-oleh.
Tidak seperti rest area dari dan menuju Jakarta yang luas dengan beberapa outlet terkenal, rest area Baledono bermula dari sebuah pom bensin yang dikembangkan untuk saling melengkapi fasilitas yang diperlukan para pelintas. Jalur ini termasuk ramai, terutama siang hari oleh para karyawan yang bekerja di Jogja dan para wisatawan di hari libur. Pada malam hari, kecuali libur Lebaran, jalan raya antar propinsi ini agak sepi.
Suasana istirahat pemudik didepan Warung Sederhana dan toilet umum.
Selain isi bensin, dulu saya sering mampir kesini kalau kemalaman dalam kondisi lapar, ketika malas untuk masuk ke restoran yang ribet. Warung Sederhana, sesuai dengan namanya, menyediakan nasi lauk yang praktis. Dengan konsep warteg, kita tinggal tunjuk lauk mana yang dimaui, terus langsung makan deh. Sesuai dengan namanya, harga di warung ini tidak mahal.
Dibelakang Warung Sederhana ada deretan toilet yang cukup banyak dan bersih. Bayar ya. :))
Parkiran yang luas didepan Ayam Goreng Baledono muat untuk beberapa bus.
Pada perkembangannya ada juga Ayam Goreng Baledono dengan tempat yang lebih bagus dan luas. Tapi saya malah belum pernah makan disitu heheheee....
Oleh-oleh berbagai makanan ringan khas daerah.
Perkembangan supermarket oleh-oleh Baledono tidak secepat Warung Sederhana. Tapi belakangan supermarket ini selalu ramai seiring dengan makin banyaknya jenis oleh-oleh yang ditawarkan. Oleh-oleh yang kebanyakan berupa makanan tidak hanya berasal dari sekitar pom bensin saja, melainkan juga dari daerah lain, seperti jenang Mubarok dari Kudus.
Bakpia Kencana open kitchen.
Untuk menambah daya tarik, oleh-oleh wajib Jogja yaitu bakpia, dihadirkan disini "live". Dengan konsep open kitchen yang sedang marak di produsen-produsen bakpia Jogja, diharapkan pengunjung tidak sekedar membeli tapi juga melihat pembuatannya sehingga menambah kenangan berwisata.
Bakpia Kencana sendiri mengikuti trend bakpia modern yang kulitnya lebih empuk, sedikit moist, dengan isi yang lebih banyak dan variatif. Favorit saya yang berisi keju dan susu. Untuk packing terkecil berharga Rp 35.000.
Pom bensin adalah andalan pengendara untuk berisitirahat sejenak. Supaya perjalanan tidak lambat karena bolak-balik berhenti, sebaiknya pilih pom bensin yang berada dalam lingkungan rest area. Sekali berhenti, semua kebutuhan terpenuhi: isi bensin, selonjoran, ke toilet, makan dan beli oleh-oleh. Jangan lupa sholat ya :D

No comments:

Post a Comment

Thank you for your comment. It will appear soon.