10.5.14

# Belanja # Kuliner

Berwisata di Pekanbaru Aja

Meskipun Pekanbaru tidak sebesar Jakarta, tapi ada yang sama tiap tanggal merah apalagi libur kejepit, yaitu kota mendadak lengang, tidak banyak kendaraan lalu lalang. Kemana perginya orang Pekanbaru?
Tugu Ikan Selais, ikon kota Pekanbaru. Fotonya kabur karena dilarang berhenti disini. Dokumentasi pribadi.
Sudah menjadi kebiasan orang Pekanbaru bedol kota ke Sumatra Barat, umumnya ke Bukittinggi yang hanya berjarak tempuh lima jam atau ke Padang yang bisa ditempuh dalam delapan jam. Sumatra Barat memang menawarkan banyak pilihan tujuan liburan. Bukittinggi misalnya, jangan harap bisa mendapatkan tempat menginap jika tidak memesan hotel sebulan sebelumnya di masa liburan. Dari plat kendaraan yang berseliweran bisa dipastikan sebagian besar adalah wisatawan asal Riau. Ini berarti, pendapatan Riau yang sangat besar dari sektor pertambangan dan perkebunan dibelanjakan ke propinsi tetangga tiap liburan tiba. Sayang, ya?
Apakah Riau tidak punya obyek wisata yang menarik? Tentusaja punya. Dua bulan lalu saya berkesempatan menjelajah Taman Nasional Tesso Nilo dan Hutan Kerumutan yang masih alami. Jika untuk kesana perlu perencanaan yang matang, bagaimana kalau diseputaran Pekanbaru, ibukota Riau, saja? Tidak perlu persiapan yang berlebihan, cukup stater motor atau mobil dan bawa uang saku untuk beli nasi rames Rp 7.000 seporsi. Enggak percaya? Yuk, kita buat daftarnya. :D

LANDMARK
Penanda wilayah Pekanbaru yang paling terkenal adalah Perpustakaan Soeman HS. Ini adalah landmark terunik. Dimana lagi di Indonesia perpustakaan bisa menjadi ikon utama sebuah kota? Ini juga menunjukkan literasi mendapat tempat yang sangat tinggi dimata pemerintah daerah dan masyarakat. Masyarakat Melayu memang terkenal menjunjung tinggi sastra dan budaya. Bukankah bahasa Melayu menjadi cikal bakal bahasa Indonesia?
Perpustakaan Soeman HS yang berbentuk buku raksasa terbuka. Dokumentasi pribadi.
Beda dengan perpustakaan lain yang biasanya tertutup, masyarakat darimana pun bisa masuk ke perpustakaan Soeman HS dan menggunakan fasilitas yang ada, antara lain membaca ribuan koleksi buku, menggunakan ruang diskusi kedap suara, membaca koran dan majalah, menggunakan komputer, mengajak anak bermain interaktif dan banyak lagi. Jadi seluruh anggota keluarga, dari balita hingga kakek-nenek bisa diajak kesini.
Di perpustakaan Soeman HS ini parkir gratis. Transportasi juga mudah karena letaknya di Jl Sudirman, tepat di tengah kota. Ada kantin murah dan musholla. Ruangan-ruangannya adem ber-AC, serta sudah pasti free wifi. Seharian disini betah deh. Jangan lupa foto-foto sebelum pulang dengan latar belakang tugu pena raksasa, relief Gurindam 12 atau gedung perpustakaan yang berbentuk buku terbuka ini.
Olahraga pagi di halaman mesjid An Nur Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Selain Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru juga memiliki Mesjid Agung An Nur yang juga di tengah kota. Mesjid ini terkenal karena kemegahan dan arsitekturnya yang khas Melayu. Sepintas, mesjid ini mirip bangunan dari negeri seribu satu malam Aladin heheheee.... Tapi memang begitulah ciri khas mesjid di tanah Melayu Riau, yaitu memiliki kubah bulat dan bercat warna terang. Di pagi hari, halaman mesjid penuh masyarakat yang berolah raga, tidak peduli dari suku atau agama apapun, asal berpakaian sopan. Halaman mesjid juga sering digunakan untuk pameran. Jika datang di malam hari, mesjid An Nur memiliki pencahayaan yang sangat indah.

WISATA ALAM
Pekanbaru memang tidak punya pantai dan gunung, tapi tetap punya wisata alam dong. Untuk acara gathering kecil bisa dilakukan di Alam Mayang, yang lokasinya di pinggir kota Pekanbaru, di Jl Imam Munandar, Tangkerang. Disini ada danau kecil dan banyak permainan anak-anak. Bapak-bapak bisa memancing di danau tersebut. Pepohonannya masih rindang sehingga enak untuk menggelar tikar dan duduk-duduk lesehan. Alam Mayang ini dikelola oleh swasta, jadi dikenakan tiket masuk. Tapi enggak mahal kok.
Salah satu sisi Danau Buatan Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Ada lagi yang namanya danau Buatan di daerah Rumbai. Dinamakan danau Buatan karena tidak terjadi secara alami tapi karena dibendung. Meski demikian, sekarang tak ubahnya seperti danau alami lainnya. Karena lebih luas dari Alam Mayang, danau Buatan memiliki lebih banyak atraksi atau permainan. Disini juga ada perkampungan yang mengusahakan tambak ikan. Danau Buatan digunakan pula untuk lomba dan latihan olahraga air seperti dayung dan ski air. Danau ini dikelola oleh Pemda. Tiket masuknya cukup murah. Di sepanjang danau banyak warung, tapi tak sedikit pula yang membawa bekal dari rumah.

WISATA SEJARAH
Pipa angguk didepan Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Ingin mengenal budaya Melayu Riau tanpa perlu mengelilingi Riau yang sangat luas ini? Datang saja ke Museum Sang Nila Utama di Jl Sudirman. Di museum ini terkumpul artefak yang mewakili perkembangan masyarakat Riau dari jaman purbakala. Museum Sang Nila Utama juga dilengkapi dengan replika rumah suku terasing Sakai dan berbagai cara hidup masyarakat. Ada pula pojok khusus tentang sejarah dan miniatur proses pengeboran minyak Riau yang merupakan minyak bumi dengan kualitas terbaik didunia. Museum Sang Nila Utama tidak hanya menyimpan benda sejarah yang berupa benda mati, tapi juga dihidupkan dengan berbagai event menarik oleh komunitas Riau Heritage. Salah satu kegiatannya adalah pengunjung bisa belajar membatik dengan motif khas Riau.

WISATA SENI BUDAYA
Atraksi budaya sangat kental dengan budaya Melayu. Pantun adalah salah warisan budaya Melayu yang memperkaya khasanah budaya Nusantara. Salah acara budaya yang sangat meriah adalah Petang Megang sebelum bulan Ramadhan. Acara yang diadakan di Sungai Siak dibawah jembatan Leighton ini selalu dibanjiri peserta. Atraksi yang paling ditunggu adalah berburu bebek yang dilepas panitia ke sungai. Peserta boleh membawa pulang bebek yang ditangkapnya.
Bulan Mei 2014 ini, gubernur Riau meresmikan Museum Tionghoa di anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah. Ya, suku bangsa pendatang seperti Tionghoa juga mendapat tempat yang baik di Riau. Di Pekanbaru sendiri, warga Tionghoa mengadakan Festival Imlek tiap tahun di Jl Karet. Festival tersebut selalu penuh pengunjung dari berbagai etnis. Lampion yang mendominasi langit Jl Karet adalah daya tarik yang kuat di acara tersebut.
Culture Night di depan Anjung Idrus Tintin (halaman Bandar Serai) Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Ada sebuah bangunan yang identik dengan acara-acara kesenian di Pekanbaru, yaitu Anjung Seni Idrus Tintin. Gedung megah ini terletak di kompleks Bandar Serai. Kompleks Bandar Serai  sering digunakan untuk berbagai kegiatan, misalnya Riau Expo dan Pekanbaru Expo. Anjung Seni Idrus Tintin sendiri memiliki fasilitas untuk pertunjukkan kesenian tingkat internasional seperti konser musik tradisional atau pagelaran tari baik klasik maupun kontemporer.

WISATA HIBURAN
Ingin mengenal ragam masyarakat Pekanbaru dengan cara yang lebih santai? Datang saja ke Jl Diponegoro dan Jl Gajah Mada tiap Minggu pagi. Di daerah ini diberlakukan Car Free Day tiap Minggu pagi. Masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul untuk sekedar jalan-jalan, mempromosikan komunitasnya, berjualan, senam bersama, sepedaan dan masih banyak lagi. Berlama-lamalah menikmati udara pagi Pekanbaru disini, maka teman-teman akan merasakan atmosfir masyarakat Pekanbaru yang berbeda.
Kuantan Regency Water Park Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Waterboom yang sedang mewabah sebagai tujuan wisata di Jawa pun melanda Pekanbaru. Di dalam kota sendiri ada Kuantan Regency Waterpark dan Labersa Waterboom. Saat ini juga sedang ada pembangunan sebuah waterboom didalam kota.

WISATA KULINER

Sarapan pagi lontong sayur khas Pekanbaru. Dokumentasi pribadi.
Berwisata itu tak lengkap tanpa berpetualang kuliner. Jangan takut mencoba, meski rata-rata masakan Pekanbaru itu pedas tapi masih aman untuk perut. Sarapan di Pekanbaru itu adalah kegiatan makan yang paling menyenangkan. Orang Pekanbaru senang sarapan di warung dengan menu utama lontong sayur. Meski demikian masih ada menu favorit lainnya, yaitu bubur ayam ala Tionghoa dan lotek. Ya, orang Pekanbaru makan lotek di pagi hari, tidak di siang hari seperti orang Jawa. Diantara warung atau rumah makan sarapan yang populer adalah Kimteng, Sarapan Pagi Onen, Kedai Uniang, Bofet Buyung dan sebagainya.
Menu makan siang favorit, udang sungai. Dokumentasi pribadi.
Orang Pekanbaru makan siang dengan nasi rames, atau kalau di Jawa disebut sebagai nasi padang. Tidak usah pusing mencari nasi ampera karena disetiap ruas jalan pasti ada. Ketika pertama kali tinggal di Pekanbaru heran juga, berarti orang Pekanbaru itu banyak yang tidak masak dirumah. Heheheee.... Pilihlah menu yang jarang ada di daerah lain, seperti udang sungai, ikan pantau, gulai baung atau patin, sambal ikan selai dan sejenisnya. Orang Pekanbaru gemar makan ikan sehingga menunya didomanisasi dengan berbagai olahan ikan. Jika waktunya cukup luang, cobalah ke rumah makan Tanah Longsor yang berada di tepian sungai Siak. Selain perut kenyang, pemandangannya bagus karena posisi rumah makan yang berada diatas sungai Siak. Rumah makan ini hanya buka sampai jam 15.00
Kerupuk opak, asik dicocol kuah padang. Tebak, mana yang kerupuk jengkol? :)) Dokumentasi pribadi.
Di sore hari, orang Pekanbaru juga suka jajan. Dengan pilihan berlimpah, teman-teman bisa menyambangi pusat jajan di sepanjang Jl  Sam Ratulangi. Kalau mau agak berat, geser sedikit ada Miso Arifin. Misonya segar dengan kuah bening. Disepanjang jalan ini pula banyak orang berjualan kerupuk opak yang lebar-lebar. Entah seberapa besar wajannya. Kerupuk ini enak dicocol dengan kuah padang. Tapi jangan keliru ambil kerupuk jengkol bagi yang enggak suka. :D Selain itu rugi kalau enggak mencicipi durian dan lemang tapai yang ada didekat jembatan layang Jl Sudirman.
Teh talua (teh telur). Dokumentasi pribadi
Di malam hari, ada pilihan versi ringan atau berat. Untuk versi ringan bisa membeli nasi goreng atau mie ala Minang tersebar dimana-mana dengan warna merah cabai yang khas. Tapi itu tak selalu pedas kok. Untuk versi beratnya bisa ke warung-warung cikupunduang di Jl Sudirman yang menghidangkan makanan seperti nasi padang di Jawa. Jangan lupa pesan teh talua (teh telur) untuk menghangatkan diri. Jika cuaca panas, cobalah air akar (sebangsa cincau).

WISATA BELANJA
Keramik di Pasar Bawah (Pasar Wisata). Packing bisa sesuai permintaan supaya aman dibawa keluar daerah. Dokumentasi pribadi.
Sudah capek bepergian jauh tapi tidak membawa oleh-oleh? Wah, sambutannya pasti beda heheheee. Pusat perbelanjaan besar di Pekanbaru ada dua, yaitu Pasar Bawah yang merupakan pasar wisata dan pasar Sukaramai. Selain itu ada empat mall di Pekanbaru. Di Pasar Bawah bisa didapatkan puluhan jenis ikan asin di lantai bawah; souvenir, makanan kering, karpet, keramik dan songket diatasnya, serta kaos oblong di lantai paling atas. Masih pula toko-toko pecah belah dan karpet di sekitar Pasar Bawah. Di pasar Sukaramai, selain songket, koleksi batik khas Riau-nya lebih banyak.
Oleh-oleh makanan ringan juga bisa didapat di toko oleh-oleh disepanjang Jl Sudirman menuju bandara. Yang sedang ngetop adalah pancake durian. Meski bisa dibeli dalam keadaan beku tapi pancake ini cepat lumer. Jadi mendingan dimakan sendiri aja di perjalanan, hap! :D
Pancake durian Pekanbaru. Dokumentasi pribadi

Wah, sudah panjang ceritanya, padahal belum semua diceritakan. Pekanbaru sangat menarik untuk dieksplorasi, tak kalah dengan kota-kota di Sumatra Barat. Daripada bedol kota dan terjebak macet yang biasanya hingga berjam-jam, mendingan berwisata didalam kota Pekanbaru aja. Enggak kalah asiknya kok.


28 comments:

  1. Kota Pekanbaru ternyata super komplit yaa..hehehe selayang pandangnya cukup menambah wawasan baru mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau diinventaris memang banyak, kalau cuma dipikir sepertinya enggak punya apa2 :)

      Delete
  2. Assikk..

    Lengkap banget deskripsi tentang Riaunya. Saya sebagai orang riau belum berkesempatan untuk mengitari Riau. Riau memang jarang tempat wisata, karena potensi Riau itu di sumber daya alamnya.

    Nice posting cik puan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loooh ayo kenali kampung sendiri :))

      Delete
  3. wah tulisan mak Lusi emang bagus banget smoga menang lagi ya mak hihi.. :D

    ReplyDelete
  4. aaarrkkkk..mau kesanaa,mau ngemolll mau ke pasar bawah yng terkenal itu hehehehe....iya,disini doyannn bangen makan opak pake saos padang,baru kemarin dikasih ibu kos hehehe

    ReplyDelete
  5. Potensi daerah Pekan baru memang indah banget ya Mba, apalagi kalau bisa blusukan di sana, pasti ketemu dengann hal yang unik dan seru. indonesia memang indah banget.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu lomba Daihatsu dulu berharap Pekanbaru jadi kota tujuan, sayangnya dialihkan :))

      Delete
  6. bismillah semoga saya bisa ke Pekanbaru.. :)

    ReplyDelete
  7. betol3 mak..klu libur itu plat di sumbar BM yg mendominasi...sampe macet malah jalan depan rmh sy di padang yg kebetulan di jl raya padang bukittinggi...mmg tiap daerah ada potensi yg kadang warganya malah tidak tahu ya.seperti di kota tanjungpinang tempat sy domisili skr, klu libur malah warganya pergi ke batam, spore ato msia krn mmg dekat.pdahal menyenangkan jg jalan2 di dlm kota ini menikmat berbagai wisatanya :) artikel yg menarik mak..sy blm sempat jalan2 banyak di pekanbaru..paling transit saja..semoga suatu saat bisa menjelajahi pekanbaru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah tinggal di Padang ya? Tetanggaan dong kita :))

      Delete
  8. Moga2 ada rejeki ya Mak..biar bisa jalan2 ke PKB :) hihi

    ReplyDelete
  9. Wow, keramiknya cantik2, mak. Kalo di sini adanya jual cangkir teh poci :D

    ReplyDelete
  10. lengkaappp banget ulasannya, mak. Pekanbaru yg menawan, sayang saya belum pernah ke sana:)

    ReplyDelete
  11. Seru nian kota Pekanbaru, sangat tertata dan bangunan-bangunannya juga punya arsitektur menawan. Oh iya saya sempat selama seminggu berwisata ke Pekanbaru, namun sayangnya belum banyak melihat-lihat. Ini sekedar tulisan kenangan saat pertama kali berkunjung ke Pekanbaru :-)

    http://nowayreturn.blogspot.com/2013/10/jalan-jalan-lihat-ponakan-ke-pekanbaru.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Pekanbaru jangan dirumah saja :))

      Delete
    2. Iyaa Kak, lain kali akan dipersiapkan lebih baik. Hehe :-)

      Delete
  12. dulu, saya ke Pekanbaru cuma beberapa jam aja. Trus terbang lagi ke Medan. Kapan-kapan, ah ke sana lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang aja mak Myra, mumpung aku masih disini :))

      Delete
  13. artikelnya persuasif banget mak..... jadi pengen segera ke sana. hihi....

    wisata sejarah melayu bisa dikembangkan di sini. sejarah dan budayanya komplit.....

    ReplyDelete
  14. Mak Lusi selamat menjadi salah satu pemenang, lengkap banget di pekanbaru, banyak temen kuliah yang berasal dari sana, kalo dibawain oleh2 pasti seneng banget soalnya khas melayu

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.