12.7.13

# DIY # Kuliner

Nasi Kuning Pasar Patuk Jogja


Untuk sarapan jika sedang di Jogja, sebenarnya saya lebih suka nasi kuning ini daripada gudeg. Tapi kesempatan menikmatinya tidak cukup leluasa, karena jika saya terbangun, selalu saja sarapan sudah tersedia di meja makan. Heheheee.... Memangnya saya bangun jam berapa ya?
Untuk mendapatkan nasi kuning ini juga agak tricky, karena penjualnya yang genit dan bawel ini datang agak
siang. Begitu datang, langsung dirubung pembeli. Posisi jualannya sendiri di luar pintu samping Pasar Patuk. Dia datang bawa gendongan dan menjualnya dengan duduk dibawah. Jika lurus ke timur dari tempatnya jualan akan bertemu dengan pintu samping Ramai Mall.
Kalau kesana naik mobil dari arah Malioboro berarti harus memutar dari Jl. KH Dahlan atau Pasar Kembang karena dari Ramai Mall tidak boleh lurus ke barat, harus belok kekiri kearah Pegadaian. Biasanya saya pinjam sepeda motor saja, bisa masuk melalui Jl Gandekan lalu kekiri.  
Harganya tahun lalu sekitar Rp 12.000, sekarang entah ya. Nasi kuning ini menjadi favorit sarapan saya karena enak dan isinya (saya menyebutnya "aksesoris") komplit, yaitu abon, telur dadar, keripik kentang, perkedel, empal daging sapi dan sate ayam. Hahahaa.... kurang komplit apa, coba?
Duh, jadi pengin, kaaaan.... :((

4 comments:

  1. waahh ternyata di yogya selain nasi gudeg ada nasi kuning yang juga terlihat sangan menggoda untuk dicoba ;)

    ReplyDelete
  2. mahal juga harga nasi kuningnya, tp komplit isinya, ya

    ReplyDelete
  3. liat ini baru imsak jd ngiler lg hehe

    ReplyDelete
  4. maaaak...baru kemarin disuguhi nasi kuning panggang versi imuuut...liat postingan ini jadi pengeeeen...kayaknya yummy deeeh...

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.