20.4.13

# Hotel # Kuala Lumpur

Hotel Capitol Kuala Lumpur ***

Dari jendela kamar 
Alamat: Jl. Bulan, Kuala Lumpur, Malaysia.
Website: http://www.hotelcapitol-kualalumpur.com/
Awalnya saya sudah booking suatu hotel melalui Agoda, atas rekomendasi sebuah blog. Waktu itu saya keukeuh harus mendapatkan hotel di Jl. Bukit Bintang, yang berdasarkan review banyak blog adalah kawasan turis semacam Malioboro Jogja. Tapi karena saya sudah mengambil banyak pelajaran dari beberapa perjalanan sebelumnya, saya tetap mencari review dari blog-blog pribadi tentang hotel tersebut. Ada sebuah blog yang menulis bahwa hotel tersebut terlalu berisik dengan kehidupan malam disekitarnya dan sepreinya gatal. Karena feeling saya tak enak, saya langsung minta pembatalan. Saya terpaksa harus menunggu beberapa saat untuk memesan hotel lain, menunggu refund ke kartu kredit. Ternyata feeling saya

benar, hotel tersebut kumuh tampak luarnya dan tertutup pembangunan monorail. Pokoknya kacau sekali penampilannya.
Batal menginap disini
Perlu waktu lama untuk riset dan tanya-tanya lagi. Akhirnya
saya berkesimpulan, standar tarif hotel di Kuala Lumpur nyaris sama dengan di Jakarta. Jadi jika ada rekomendasi hotel bertarif Rp 250.000,- berarti fasilitasnya seperti itulah di Jakarta.
Akhirnya saya mencari hotel lain yang available di Agoda dengan tarif antara Rp 500.000 - Rp 700.000,- yang saya perkirakan fasilitasnya akan sebanding dengan Hotel Ibis disini. Ternyata hotel-hotel seperti itu banyak yang tidak terletak di Jl Bukit Bintang. Meski masih keukeuh ingin menginap di Jl Bukit Bintang, akhirnya saya putuskan mengambil hotel Capitol yang terletak di Jl Bulan.
Pintu lobi Hotel Capitol
Ternyata, Jl Bukit Bintang tidak sama dengan Malioboro. Toko-toko dan hotel disini kecil-kecil saja. Hotel-hotel besar terletak di jalan sekitarnya, yang sebenarnya cuma satu menit ditempuh dengan jalan kaki. Begitu sampai saya langsung senang karena hotel ini dekat kemana-mana. Disebelah ada Seven Eleven yang di twitter kondang di Jakarta, tapi di daerah saya tidak ada. Tinggal nyebrang banyak rumah makan, serta ada Plaza Low Yat yang terkenal dengan pusat gadgetnya dan Plaza Sungei Wang. Dari stasiun monorail juga dekat, tinggal jalan kaki melipir pagar proyek monorail.
View dari tempat tidur
Petugas hotel sangat ramah dan mereka ingat sebelumnya kita sudah memesan kamar dengan Petronas Twin Tower view jika ada yang kosong, karena sementara masih penuh. Sehari setelahnya, begitu ada yang kosong, mereka langsung memberitahu dan membantu pindah kamar. Tidak seperti hotel ditempat lain yang sudah pasti free breakfast, disini merupakan pilihan karena banyak turis yang pagi-pagi sudah memulai petualangannya dan sarapan diluar hotel.
Fasilitas yang disediakan standar hotel bintang tiga, bahkan diberi extra pillow. Cuma yang tampak berlebihan adalah disediakannya peralatan setrika. Baru sekarang saya mendapat peralatan seterika. Sangat bermanfaat bagi pelancong yang tidak suka membawa baju terlalu banyak. Tapi saya niatnya melancong, jadi ogah setrika. Heheheee... Layanan housekeeping juga seperti yang saya harapkan, cling tiap saya buka pintu sekembalinya dari jalan-jalan dan handuk baru. :D
Zoom Petronas Twin Tower dari jendela kamar
Yang kurang dari hotel ini adalah channel TV, yang berisi siaran pemerintah atau lokal, tidak ada TV kabel. Hiburan kurang. Tapi siapa juga yang butuh, karena sampai hotel selalu sudah capek, segera molor begitu nempel di bantal yang putih, bersih dan lembut.


No comments:

Post a Comment

Thank you for your comment. It will appear soon.