22.8.11

# Ragam

Garuda Menyelamatkan Orangutan


Dalam penerbangan domestik menggunakan Garuda Indonesian Airways, seorang pramugari yang sudah pasti cantik dan ramah mengulurkan boneka orangutan pada anak saya. Kami bingung. Selama ini kami selalu menggunakan maskapai swasta lain dimana maskapai swasta menjadi getol mencari pemasukan tambahan dengan menjual makanan, minuman dan merchandise selayaknya pedagang asongan. Kami curiga jangan-jangan kami disuruh beli juga. Akhirnya saya perintahkan anak saya untuk menahan diri
membukanya.
Setelah pesawat hendak mendarat, barulah kami merasa pasti bahwa boneka itu adalah pemberian. Mengapa anak saya dipilih untuk menerimanya? Mungkin karena anak saya gemuk, cantik dan lucu heheheee…. Sepertinya karena anak saya cukup kecil untuk menerima gift berupa boneka dan cukup besar untuk mengerti pesan yang akan disampaikan.
Sebagai perusahaan penerbangan yang memegang national flag, Garuda memiliki kewajiban untuk membawa misi lain selain mendapatkan keuntungan. Dan sebagai perusahaan jasa, Garuda memiliki kesempatan luas untuk menyebarkan kepeduliannya. Salah satunya dengan penyelamatan orangutan tersebut.
Program kepedulian suatu perusahaan dilakukan dengan banyak cara, baik melalui penyebaran informasi maupun dengan menggelar acara-acara. Pemberian boneka orangutan ini cukup mengena karena secara langsung merupakan representasi dari si orangutan. Selain itu, informasi tentang si orangutan dapat dibaca di kotak pembungkusnya, yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Orang Utan adalah spesies kera terbesar yang hidup di pepohonan. Lengan mereka lebih panjang dari kera besar dan tubuhnya ditutupi bulu berwarna coklat kemerahan. Orang utan hanya hidup di hutan hujan Indonesia dan Malaysian, yaitu di pulau Kalimantan dan Sumatra.
Pusat konversi utama orang utan di Indonesia: Taman Tanjung Putting dan Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah, Kutai di Kalimantan Timur, Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan Barat, dan Bukit Lawang di area Taman Nasional Gunung Leuser di perbatasan Aceh dan Sumatra Utara.

No comments:

Post a Comment

Thank you for your comment. It will appear soon.