3.1.11

# Kuliner # Pekanbaru

Ngopi Di Perpustakaan Termegah Di Indonesia Di Pekanbaru

Ngopi di perpustakaan? Mengapa tidak? Bahkan kita bisa melakukannya di perpustakaan termegah di Indonesia. Sayangnya letaknya justru bukan di ibukota negara, Jakarta, atau di kota pelajar, Yogyakarta, melainkan di barat Indonesia, yaitu Pekanbaru, Riau. Karena ini adalah perpustakaan yang megah, ngopi-nya tentu saja bukan sembarang ngopi, melainkan hasil seduhan Kimteng, jaringan kedai kopi khas Pekanbaru.

Kedai kopi adalah tempat ngopi khas masyarakat Sumatra. Biasanya menempati bangunan ruko, dengan cara menyuguhkan yang khas pula, yaitu dalam cangkir keramik mungil khas Tionghoa. Kopi-nya hitam tanpa ampas seperti kopi instan, namun rasanya lebih nikmat, sangat pekat di lidah. Kedai kopi biasanya ramai di pagi hari, tempat berkumpulnya para lelaki untuk sekedar ngobrol atau membicarakan bisnis.
Perpustakaan ini buka setiap hari dari pagi hingga malam, termasuk minggu. Namun untuk urusan ngopi ini, paling ramai adalah tiap pagi, hari kerja. Kursi-kursi yang disediakan, didominasi orang-orang yang membicarakan bisnis atau proyek, karena letak perpustakaan ini tepat ditengah kota, diapit kompleks perkantoran, kantor walikota dan kantor gubernur. Diluar jam itu, barulah diisi ibu-ibu dan anak-anak untuk makan atau minum jus. Selain bisnis, banyak pula yang memilih tempat ini untuk bertemu dan membahas masalah politik, partai atau acara tertentu dalam kelompok-kelompok kecil.
Meski area ini dilengkapi free wi-fi dan TV, namun karena tujuan ngopi adalah untuk mencairkan suasana perbincangan, maka jarang terlihat orang duduk berlama-lama disitu untuk browsing atau nonton TV. Untuk browsing bisa ditempat lain yang lebih tenang karena seluruh gedung dilengkapi fasilitas free wi-fi. Karena yang ngopi kebanyakan laki-laki, disediakan pula tempat duduk diluar gedung untuk perokok.
Lebih asik lagi jika memesan pendamping kopi, yaitu roti talas bakar dengan selai srikaya. Perpustakaan tidak harus suram dan membosankan dengan wajah-wajah kutu buku. Perpustakaan sudah waktunya memberi sedikit ruang komersil yang ramah, membuat siapapun ingin datang, syukur-syukur menjadi suka membaca juga.
           

No comments:

Post a Comment

Thank you for your comment. It will appear soon.