30.1.11

# Bukittinggi # Hotel

Hotel Yuriko Bukittinggi (Melati 1)


Jl. Sudirman No. 7 Bukittinggi No. Telp: (62-752) 22412, 26113; No. Fax:(62-752) 22412 Rate: Rp 393.000/night, twin bed. Sama dengan hotel bintang 3 yah.
Kami berencana menginap 2 malam di Parai. Berhubung Parai terlalu jauh dari pusat kota, maka kami memutuskan untuk hunting hotel di tengah kota dadakan. Ini cukup beresiko. Dapatlah Hotel Yuriko. Tinggal berjalan kaki ke Jam Gadang. Selain itu juga tidak ada review apapun dari blogger. Untung-untungan saja. Melihat harga dan kelasnya, kami mengharapkan mendapat kamar terbaik di Yuriko. Ketika saya telepon
untuk booking, yang menerima adalah ibu tua pemilik hotel. Kemudian saya langsung meluncur kesana untuk membayar dulu dan baru akan chek-in sore hari setelah jalan-jalan. Yang menerima pembayaran adalah receptionist. Ketika asik jalan-jalan tiba-tiba si receptionist ini telepon saya dan mengatakan bahwa booking-an saya terpaksa dibatalkan karena kamarnya sudah dibayar orang. Tentu saja saya kelabakan dan marah-marah. Usut punya usut, ternyata orang yang membooking dan membayar ya saya sendiri. Memang kendala utama hotel perseorangan adalah manajemen.
Pas check-in, kunci kamar susah banget. Hotelnya sangat bersih karena habis dipugar. Dengan harga segitu tidak ber-AC dengan alasan Bukittinggi kota yang sejuk. Padahal nggak sama sekali. Bukittinggi panas. Sejuk hanya dimalam hari, itupun jika diluar ruangan. Tempat tidurnya ternyata 1 double 1 single, jadi terpaksa kami minta extra bed. Bayar Rp 50.000. Nah kan sudah Rp 443.000/malam. Lantai juga tidak berkarpet. Padahal extra bed-nya hanya berupa busa tipis. Nah disinilah selimut bawaan berperan sebagai alas. Perabotan walaupun agak baru tapi ala rumah kontrakan. Tidak ada handuk, untung bawa juga. Kamar mandi bersih pakai shower. Lagi-lagi hot waternya basa-basi karena tidak panas, cuma tidak nyes saja. Yang paling mengenaskan flush WC rusak. Ampun deh. Jijik.
Jumlah pegawai hotel yang saya lihat cuma 2 orang, receptionist dan bagian macam-macam. Parkir hotel sempit sehingga mobil tumpah ke jalan. Karena tidak ada satpam, tamu-tamu harus mengatur mobil masing-masing dan saling pengertian jika ada yang keluar-masuk.
Paling mengenaskan waktu sarapan. Saya bayangkan dengan menghabiskan uang sebanyak itu dihotel kecil ini, tentu sarapan akan berlimpah. Memang teh manis berlimpah tapi kopi habis. MAKAN! PERHATIKAN YA, CUMA 3 PIRING KECIL LONTONG SAYUR! Yap! That’s it. Loh kita kan berempat? Karena yang satu extra bed, jadi dianggap tidak berhak mendapat sarapan. Oh my God! Total sudah Rp 450.000 tuh. Sepadankah dengan pelayanan ala hotel melati? Itulah sebabnya kalau tidak terpaksa sekali tidak mungkin saya menginap hotel seperti ini. Bukan karena mau gaya-gayaan tapi kenyataannya hotel seperti ini memang lebih perhitungan dan pelit.
Keseluruhan baik service maupun fasilitas benar-benar mengerikan.

2 comments:

  1. lihat penampakannya dari luar sy udah gak sreg ama htl yuriko. lagian ngapain milih htl yuriko. di dekat yuriko ada nikita dan kharisma dgn tarif yg lebih murah (ada jg rate 450rb) dgn fasilitas dan servis yg jauh lbh memadai

    ReplyDelete
  2. Terpaksa om, nggak ada yg lain, penuh semua. Kurang persiapan.

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.