30.1.11

# Bukittinggi # Hotel

Hotel Parai Resort Bukittinggi (***)


Jl. Raya Bukittinggi - Medan KM. 07 Telp 0752-628808, 0752-22444 www.eljohn.co.id Sumatera Barat reservation@eljohn,co.id
Rate terendah: Rp 393.000/night, twin bed.
Promosi hotel ini cukup agresif, melalui radio-radio di Pekanbaru. Untuk bisa booking 1 kamar, kami harus mentransfer Rp 500.000 terlebih dulu. Kalau sisa dikembalikan. Aneh ya. Padahal ini national chain hotel lo, dari El John yang mengelola Parai Resort Bangka yang terkenal itu. Walaupun alamat Parai kelihatannya jauh di Jl Raya Bukittinggi – Medan km 7 tapi komentar blogger cukup baik terutama pemandangannya.

Ternyata hotel ini sangat jauh diluar kota. View memang sangat bagus. Kamar-kamarnya berupa bungalow sehingga kita bisa duduk-duduk diteras kamar menikmati pemandangan. It’s too good too be true yah. Memang! Karena beberapa ekor anjing berkeliaran didepan kamar bahkan ada yang berak di teras sebelah. Perabot kamarnya walaupun lebih bagus dari Hotel Pangeran City tapi tetap sederhana seperti rumah kontrakan. Tempat tidurnya enak, lebih besar dari sebelumnya. Kok tidak ber-AC? Karena letak hotel diatas gunung maka AC memang tidak perlu. Yang perlu sebenarnya karpet dan hot water. Yes, lantainya yang dingin nyes nyes tidak berkarpet. Air panas dibatasi jam 18.00-20.00 dan jam 06.00-07.00. Dihari libur siapa pula yang mandi jam segitu. Hot-nya pun ternyata juga tidak panas/hangat, cuma tidak dingin menggigil aja. Kamar mandinya pakai bath-tub dan saya sempet membunuh 1 cacing kecil disini. Disini juga cuma ada 2 handuk, tidak ada handuk tangan dan lantai. Oh ya kalau cebok tidak pake selang tapi pakai ciduk disediakan hotel. Ndesit! TV masih baru 21 inch.
Kolam renang unik, indoor, diruang kaca, karena kalau kolam outdoor bisa kedinginan. Namun saya melarang anak-anak berenang karena walaupun airnya jernih tapi tidak circulate.
Ruang sarapannya asik karena dari sana bisa melihat gunung dan lembah. Menu sarapan kurang variatif, terlalu fokus ke karbohidrat biar tamu cepet kenyang. Nasi aja sampai 3 macam, nasi putih, nasi goreng merah, nasi goreng putih dan masih ada mie goreng merah. Lauknya cuma telur dadar dan lodeh. Kopi / teh sudah diberi gula jadi tidak sesuai selera saya. No cream. Ada snack sih, pisang gorengnya enak. Roti habis. Juice habis. Waktu itu bersamaan dengan rombongan Pertamina Jambi, tapi ketika makanan habis tidak segera diisi lagi. Karena anak bungsu saya tidak doyan pedas, terpaksa saya memesan omelette keju. Uenak si tapi bayar Rp 13.000. Di Pekanbaru gratis.
Keseluruhan: service standar aja, fasilitas dibawah harapan.

No comments:

Post a Comment

Thank you for your comment. It will appear soon.